Jumat, 31 Desember 2010

Orang yang pertama yang masuk Surga

Rasulullah SAW bersabda, "Kami adalah umat terakhir dan terawal pada hari kiamat. Kami adalah umat yang pertama masuk surga meskipun mereka diberi kitab sebelum kami dan kami diberi kitab sesudah mereka." (HR. Muslim).

Hadits tersebut menegaskan bahwa umat Nabi Muhammad SAW yang pertama masuk surga walaupun paling akhir dalam menerima ajaran dari Allah SWT dibandingkan nabi-nabi lainnya.

Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Diperlihatkan kepadaku tiga orang pertama dari umatku yang masuk surga dan tiga orang pertama dari umatku yang masuk neraka. Adapun tiga orang yang pertama masuk surga adalah syahid, budak yang pekerjaannya tidak menyibukkannya dari taat kepada Allah, dan orang fakir yang tidak meminta-minta. Dan tiga orang yang pertama masuk neraka, yaitu pemimpin yang dzalim, orang kaya yang hartanya tidak digunakan untuk menunaikan hak Allah, dan orang fakir yang sombong." (HR. Ahmad).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa ada tiga dari umat Nabi SAW yang paling dulu masuk surga dan tiga orang yang paling dulu masuk neraka. Adapun orang yang pertama masuk surga adalah :

1. Syahid. Yaitu orang yang meninggal karena membela agama Allah SWT. Orang yang rela mengorbankan pikiran, perasaan, harta, bahkan nyawanya demi tegaknya panji-panji kebenaran Allah SWT di muka bumi. Sebesar apa pun tantangan dakwah dihadapinya dengan lapang dada dan optimisme. Kesulitan dalam dakwah tidak menyurutkan semangatnya untuk berjuang di jalan Allah.

2. Budak yang pekerjaannya tidak menyibukkan dari taat pada Allah. Yakni orang yang hidupnya dalam kekuasaan majikannya, banyak pekerjaan yang menyita tenaga dan waktunya, namun di tengah kesibukan fisiknya yang begitu padat, dia tidak lupa untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban ibadah pada Allah SWT. Untuk konteks sekarang, bisa dianalogikan seperti seorang buruh bangunan yang berada di bawah pengawasan majikannya yang sangat ketat, pekerjaan fisiknya sangat banyak, namun tetap tidak lupa ibadah shalat, puasa, dan lain-lain.

3. Orang fakir yang tidak meminta-minta. Yakni orang yang sangat kekurangan secara materi karena pendapatannya tidak berimbang dengan kebutuhannya. Orang yang besar pasak daripada tiang, namun di tengah kesulitan ekonomi yang mengimpitnya dia tidak pernah meminta-minta. Dia terus berjuang mencari nafkah yang halal. Dia peras keringat, darah, dan air matanya untuk menghidupi diri dan keluarganya. Dia pantang meminta-minta pada orang lain. Orang seperti inilah di antaranya yang akan paling pertama masuk surga.

Sementara tiga orang yang pertama yang masuk neraka adalah :

1. Pemimpin yang dzalim. Yakni pemimpin yang menggunakan amanah kepemimpinannya untuk kepentingan pribadi. Amanah kepemimpinan digunakannya untuk memperkaya diri, menindas, bahkan menipu orang-orang yang dipimpinnya. Dia lupa bahwa kepemimpinan itu amanah, malah dia gunakan amanah kepemimpinan sebagai fasilitas untuk memperkaya diri. Na'udzubillah.

2. Orang kaya yang hartanya tidak digunakan untuk menunaikan hak Allah. Yakni orang yang diberi amanah harta, namun tidak digunakan sesuai keridhaan Allah. Harta berlimpah tidak membuatnya syukur pada Allah SWT, malah mengufuriNya. Harta tidak membuatnya dekat dengan Allah, malah melecehkan ajaran-ajaran Allah. Hak-hak fakir dan miskin diabaikannya, hartanya tidak pernah dibersihkan dengan zakat, infak, ataupun sedekah. Dalam Al-Qur'an diungkap bahwa pada hari kiamat, harta seperti ini akan menyetrika bagi pemiliknya. Na'udzubillah.

3. Orang fakir yang sombong. Kalau ada orang kaya sombong itu masuk akal, karena ada yang bisa dibanggakan. Namun kalau orang fakir sombong, apa yang jadi kebanggaannya? Allah SWT sangat murka pada orang fakir namun jiwanya penuh kesombongan. Bisa dibayangkan bagaimana kalau dia kaya? Fakir saja sombong, apalagi kalau kaya? Wajar kalau orang fakir yang sombong di antara yang akan masuk neraka terlebih dulu. Na'udzubillah.

Bertolak dari analisis di atas, bisa disimpulkan bahwa dari seluruh umat para nabi dan rasul, maka umat Nabi SAW yang paling pertama akan masuk surga. Ada tiga orang yang pertama masuk surga di antara umat Nabi SAW dan tiga orang yang paling dulu masuk neraka. Kalau umat Nabi SAW yang pertama masuk surga, maka dari umat Nabi SAW juga yang paling pertama masuk neraka. Wallahu a'lam.

Semut Bisa Mencium Aroma Kematian

Sebagai makhluk sosial, semut sangat peka terhadap lingkungannya, seperti saat menemukan salah satu anggota koloninya yang tewas. Begitu ada satu ekor semut yang mati, semut-semut lainnya langsung segera menyingkirkannya atau disebut proses nekroporesis.

Cara tersebut bermanfaat bagi populasinya karena dapat menghindarkan penyebaran infeksi penyakit. Namun, bagaimana semut mati dapat segera dikenali. Tentu bukan dengan cara mengukur denyut nadinya.

Teori sebelumnya memperkirakan bahwa semut yang mati mengeluarkan zat kimia akibat proses pembusukan. Namun, hasil penelitian terakhir yang dilakukan para entomolog, ahli serangga, di Argentina menghasilkan analisis sedikit berbeda.

Menurutnya, semua jenis semut punya zat kimia "kematian", baik saat masih hidup maupun saat mati. Namun, hanya semut hidup yang punya zat kimia "kehidupan". Saat mati, zat kimia kehidupan terus berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali sehingga menyisakan zat kimia kematian saja.

"Itu karena semut mati tidak lagi berbau seperti semut hidup dan segera dikirim ke 'kuburannya', bukan karena tubuhnya mengeluarkan zat kimia baru," ujar Dong-Hwan Choe, dari Universitas California di Riverside, AS. Hasil analisisnya dijelaskan terperinci dalam The Proceedings of the National Academy of Sciences.

Menurut Choe, pemahaman mengenai nekroporesis seperti ini akan membantu para peneliti untuk mengembangkan strategi pemberantasan hama yang ramah lingkungan. Misalnya dengan menggunakan zat kimia organik dan mengurangi penggunaan insektisida.

Kehebatan soekarno menaklukkan wanita

Kehebatan Sukarno menakluk hati wanita

RABU lalu, kota Jakarta dan semua bandar di Indonesia bergema dengan nama Sukarno sempena 100 tahun kelahiran presiden pertama negara itu. Pelbagai sambutan diadakan bagi mengenang tokoh yang mengisytiharkan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 dan meninggal dunia pada tahun 1970.

Namun Sukarno bukan sahaja dikenang sebagai seorang pemimpin unggul Indonesia yang telah berkhidmat hampir 22 tahun kepada bangsa Indonesia sebagai presiden tetapi beliau juga dikenali sebagai `penakluk wanita' paling hebat di negara itu.

Kini sempena ulang tahun kelahirannya yang ke-100, kisah-kisah cinta Sukarno yang cukup unik dan menarik kembali dicanangkan di media massa utama Indonesia.

Justeru, minggu ini penulis akan memaparkan kembali kisah menarik tersebut sebagai renungan dan pengetahuan kita bersama.

Isteri terakhir yang dinikahi secara rasmi oleh Sukarno ialah Heldy Djafar setahun sebelum kejatuhannya sebagai presiden pada tahun 1967.

Perkahwinan dengan Heldy hanya berlangsung selama dua tahun kerana selepas kejatuhannya Sukarno dihumban ke dalam tahanan di Wisma Yaso, Jakarta.

Heldy merupakan salah seorang daripada sederet wanita yang pernah jatuh di bawah jajahan takluk cinta Sukarno dan berkahwin dengannya.

Wanita-wanita lain yang pernah menjadi isteri beliau ialah Utari Tjokroaminoto, Inggit Garnasih, Fatmawati (ibu Naib Presiden, Megawati Sukarnoputri), Hartini, Yurike Sanger, Haryati, Kartini Manoppo dan Ratna Seri Dewi.

Beberapa perkahwinan Sukarno berakhir dengan perceraian manakala wanita yang mampu bertahan sehingga Sukarno meninggal dunia pada tahun 1970 ialah Hartini dan Ratna sari Dewi.

Daripada sembilan isterinya itu, Fatmawati yang melahirkan lima orang anak Sukarno (termasuk Megawati) menjadi Wanita Pertama Indonesia.

Sukarno sememangnya seorang lelaki yang cukup mengagumi kecantikan wanita. Atas sebab itulah dalam satu wawancara Sukarno pernah menyatakan, ``Tuhan menciptakan wanita penuh dengan keindahan. Saya fikir setiap lelaki normal senang melihat keindahan yang ada pada diri wanita.''

Bapa Megawati itu sememangnya mempunyai karisma untuk menakluk wanita sehingga beliau tidak pernah membeza-bezakan usia atau latar belakang wanita yang ingin ditakluknya.

Heldy dan Yurike misalnya dinikahi ketika mereka berusia 18 tahun. beza umur mereka dengan Sukarno ialah 48 tahun. Fatmawati disunting ketika berusia 20 tahun manakala Inggit Garnasih tua lebih 15 tahun daripada Sukarno. Ratna Sari Dewi pula adalah seorang wanita yang pernah bekerja di kelab malam dan kemudiannya menjadi model terkenal.

Haryati adalah seorang penari di Pejabat Setiausaha Negara. Mereka berkahwin pada tahun 1963 dan bercerai tiga tahun kemudian. Sukarno seterusnya berkahwin dengan Yurike Sanger pada tahun 1964, perkahwinan itu juga hanya bertahan tiga tahun.

Begitu juga dengan Kartini Manoppo, bekas pramugari syarikat penerbangan Indonesia, Garuda. Sukarno jatuh cinta pada Kartini apabila melihat potret wajah wanita itu yang dilukis oleh Basuki Abdullah. Mereka bernikah pada tahun 1959 dan memperoleh anak pada tahun 1967. Anak itu diberi nama Totok Suryawan Manoppo.

Namun kesemua wanita yang pernah tunduk kepada cinta Sukarno harus juga bersedia melihat api asmara mereka dengan Sukarno pudar apabila presiden itu bertemu wanita lain.

Dalam wawancara dengan majalah Tempo pada tahun 1999, Hartini menceritakan mengenai kegemaran Sukarno kepada wanita cantik.

``Cintanya kepada wanita yang cantik adalah beban bagi saya. Walaupun saya sudah berusaha menerima dia sebagaimana adanya, dia sangat mencintai keindahan, termasuk keindahan dalam kecantikan wanita,'' kata Hartini.

Malah bekas ajudannya, Bambang Widjanarko sepertimana dilaporkan oleh majalah Tempo pernah berkata, ``Daya tarik dan daya intelektualnya yang tinggi menjadikan Sukarno seorang master dalam menakluk hati wanita.''

Sememangnya sebagai lelaki Sukarno amat bijak mencari kelemahan wanita sehingga mereka tunduk kepada cinta kasanovanya. Salah satu cara yang beliau lakukan ialah dengan memuji dan memberi perhatian penuh kepada wanita yang diinginkannya.

Sudah menjadi hukum karma wanita sememangnya suka dipuji dan merasa disanjung. Atas sebab itulah Sukarno berjaya membuat wanita yang ingin ditakluknya benar-benar merasai hanya dia seorang sahaja yang dicintai oleh Sukarno.

Dalam usaha mencairkan hati seorang wanita, Sukarno tidak segan mengambil minuman untuk tamu wanitanya atau memimpin tangan mereka ketika turun dari kenderaan.

Bak kata Allahyarham Tan Sri P. Ramlee dalam filemnya Madu Tiga, ``Mesti pandai pembohong, mesti pandai temberang tetapi jangan sampai hai pecah tembelang.''

Itulah yang dilakukan oleh Sukarno. Oleh kerana mempunyai banyak isteri, beliau harus benar-benar berhati-hati dalam tindak-tanduknya supaya `tembelang' tidak pecah.

Menurut Bambang, antara yang dilakukan oleh Sukarno ialah memastikan dirinya sentiasa berada dalam keadaan rapi tanpa menimbulkan `sebarang keraguan yang munasabah'.

Maksudnya, jika beliau mahu keluar dari rumah isterinya dan mahu ke rumah isterinya yang lain beliau akan memastikan pakaiannya tidak mempunyai sebarang kesan gincu bibir dan bau minyak wangi.

Jika ada, Sukarno bersedia untuk menggantikan pakaian dan mandi terlebih dahulu sebelum meluncur ke rumah isteri yang berikutnya. Sukarno sememangnya mempunyai alasan sendiri kenapa beliau berbuat demikian.

Menurut Sukarno, jika sekali sahaja seorang lelaki tidak mengakui bahawa dia mempunyai hubungan dengan wanita lain, sebaiknya dia berbohong untuk selamanya.

Demi untuk menjaga `tembelang' itulah, suatu hari Sukarno pernah mengarahkan pembantu-pembantunya merosakkan enjin kereta salah seorang isterinya dan menghadang jalan depan istana dengan sebuah lori bagi mencegah kehadiran isteri yang satu lagi.

Semua itu berlaku apabila isteri tersebut datang secara mengejut ketika Sukarno sedang `bercerekarama' dengan isteri yang lain. Namun Sukarno bukanlah takut kepada kemarahan seorang wanita kerana beliau juga mempunyai cara tersendiri untuk mengendali emosi seorang wanita.

Apa yang sering beliau lakukan ialah menulis kata-kata indah di atas satu kertas dan mengirimkan hadiah. Tindakan Sukarno yang paling berani (dan mungkin juga tidak mampu dilakukan oleh lelaki lain) ialah meminta kebenaran daripada isterinya yang baru dua hari bersalin untuk berkahwin lagi satu.

Peristiwa itu berlaku selepas dua hari Fatmawati melahirkan Guruh Sukarnoputra. Sukarno bertemu dengan wanita pertama tersebut untuk meminta izin bernikah dengan Hartini.

Walaupun peristiwa itu melukakan hati Fatmawati sehingga beliau berpindah ke Jalan Sriwijaya, Jakarta namun Fatmawati tetap menghormati Sukarno atas `keberaniannya' itu.

``Terlepas daripada perasaanku, satu hal yang patut dipuji: Bung Karno tidak hipokrit,'' kata Fatmawati dalam sebuah buku berjudul Catatan Kecil Bersama Bung Karno.

Pepatah lautan api sanggup direnangi bukan omong kosong bagi Sukarno kerana dalam memenuhi rasa cintanya kepada seorang wanita, Sukarno sanggup menempuh apa juga halangan.

Perkahwinan beliau dengan Hartini, misalnya satu tamparan terhadap kaum wanita Indonesia yang ketika itu sedang ghairah menuntut pelaksanaan undang-undang perkahwinan antipoligami.

Persatuan Wanita Republik Indonesia telah mengadakan demonstrasi membantah perkahwinan berkenaan namun Sukarno tetap mempertahankan perkahwinannya dengan Hartini dan menempatkan wanita itu di Istana Bogor sehingga beliau jatuh sebagai presiden.

Bagaimanapun tidak semua perkahwinan Sukarno menghasilkan anak. Ketika berkahwin dengan Inggit, Sukarno mengambil dua orang anak angkat iaitu Ratna Djuami dan Kartika, dengan Fatmawati beliau memperoleh lima orang anak iaitu Guruh, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guntur, dalam perkahwinan keempatnya dengan Hartini beliau memperoleh dua anak lelaki iaitu Taufan Sukarnoputra dan Bayu Sukarnoputra. Taufan meninggal dunia pada tahun 1980 kerana sakit.

Sukarno kemudian memperoleh seorang lagi anak hasil perkahwinannya dengan Ratna Sari Dewi iaitu Kartika Sari Sukarno yang kini bermastautin di New York.

Demikian kehebatan cinta presiden pertama Indonesia, Kusno Sosro Sukarno. Beliau kini bukan sahaja disanjung sebagai seorang pemimpin yang mampu menakluk hati 220 juta rakyat Indonesia tetapi juga merupakan Don Juan yang bijak mencairkan cinta setiap wanita yang dipandangnya.

Mungkin Sukarno boleh sahaja dianggap sebagai kasanova tetapi di sebalik kisah cinta dan perkahwinannya itu, ada pesanan yang tersirat untuk kaum lelaki zaman sekarang yang berhasrat berkahwin lagi iaitu harus mempunyai keberanian menempuh halangan dan mesti pandai temberang.

Ini kerana bak kata Sukarno: ``Seorang isteri akan memaafkan dan melupakan perbuatan suaminya yang salah, tetapi jika suaminya mempunyai hubungan dengan wanita lain... isterinya mungkin akan memaafkannya tetapi tidak akan pernah melupakannya.''

Separuh kebaikan dunia disandarkan pada perempuan

Agama Islam sangat memuliakan dan mengagungkan kedudukan kaum perempuan, dengan menyamakan mereka dengan kaum laki-laki dalam mayoritas hukum-hukum syariat, dalam kewajiban bertauhid kepada Allah, menyempurnakan keimanan, dalam pahala dan siksaan, serta keumuman anjuran dan larangan dalam Islam.

Allah Taala berfirman,

{وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا}

"Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia orang yang beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun" (QS an-Nisaa:124).

Dalam ayat lain Allah Taala berfirman,

{مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka (di akhirat) dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS an-Nahl:97)[1].

Sebagaimana Islam juga sangat memperhatikan hak-hak kaum perempuan, dan mensyariatkan hukum-hukum yang agung untuk menjaga dan melindungi mereka[2].

Syaikh Shaleh al-Fauzan berkata, "Wanita muslimah memiliki kedudukan (yang agung) dalam Islam, sehingga disandarkan kepadanya banyak tugas (yang mulia dalam Islam). Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam selalu menyampaikan nasehat-nasehat yang khusus bagi kaum wanita[3], bahkan beliau shallallahu alaihi wa sallam menyampaikan wasiat khusus tentang wanita dalam kutbah beliau di Arafah (ketika haji wada)[4]. Ini semua menunjukkan wajibnya memberikan perhatian kepada kaum wanita di setiap waktu…[5].

Tugas dan peran penting wanita

Agungnya tugas dan peran wanita ini terlihat jelas pada kedudukannya sebagai pendidik pertama dan utama generasi muda Islam, yang dengan memberikan bimbingan yang baik bagi mereka, berarti telah mengusahakan perbaikan besar bagi masyarakat dan umat Islam.

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin berkata, "Sesungguhnya kaum wanita memiliki peran yang agung dan penting dalam upaya memperbaiki (kondisi) masyarakat, hal ini dikarenakan (upaya) memperbaiki (kondisi) masyarakat itu ditempuh dari dua sisi:

- Yang pertama: perbaikan (kondisi) di luar (rumah), yang dilakukan di pasar, mesjid dan tempat-tempat lainnya di luar (rumah). Yang perbaikan ini didominasi oleh kaum laki-laki, karena merekalah orang-orang yang beraktifitas di luar (rumah).

- Yang kedua: perbaikan di balik dinding (di dalam rumah), yang ini dilakukan di dalam rumah. Tugas (mulia) ini umumnya disandarkan kepada kaum wanita, karena merekalah pemimpin/pendidik di dalam rumah, sebagaimana firman Allah Taala kepada istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى، وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآَتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ، إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا}

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya" (QS al-Ahzaab:33).

Oleh karena itu, tidak salah kalau sekiranya kita mengatakan: bahwa sesungguhnya kebaikan separuh atau bahkan lebih dari (jumlah) masyarakat disandarkan kepada kaum wanita. Hal ini dikarenakan dua hal:

1. Jumlah kaum wanita sama dengan jumlah laki-laki, bahkan lebih banyak dari laki-laki. Ini berarti umat manusia yang terbanyak adalah kaum wanita, sebagaimana yang ditunjukkan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam…Berdasarkan semua ini, maka kaum wanita memiliki peran yang sangat besar dalam memperbaiki (kondisi) masyarakat.

2. Awal mula tumbuhnya generasi baru adalah dalam asuhan para wanita, yang ini semua menunjukkan mulianya tugas kaum wanita dalam (upaya) memperbaiki masyarakat[6].

Makna inilah yang diungkapkan seorang penyair dalam bait syairnya:

الأم مدرسة إذا أعددتَها

أعددتَ شَعْباً طَيِّبَ الأعراق

Ibu adalah sebuah madrasah (tempat pendidikan) yang jika kamu menyiapkannya

Berarti kamu menyiapkan (lahirnya) sebuah masyarakat yang baik budi pekertinya[7]

Bagaimana seorang wanita mempersiapkan dirinya agar menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya?

Agar seorang wanita berhasil mengemban tugas mulia ini, maka dia perlu menyiapkan dalam dirinya faktor-faktor yang sangat menentukan dalam hal ini, di antaranya:

1- Berusaha memperbaiki diri sendiri.

Faktor ini sangat penting, karena bagaimana mungkin seorang ibu bisa mendidik anaknya menjadi orang yang baik, kalau dia sendiri tidak memiliki kebaikan tersebut dalam dirinya? Sebuah ungkapan Arab yang terkenal mengatakan:

فاقِدُ الشَّيْءِ لا يُعْطِيْهِ

"Sesuatu yang tidak punya tidak bisa memberikan apa-apa"[8].

Maka kebaikan dan ketakwaan seorang pendidik sangat menetukan keberhasilannya dalam mengarahkan anak didiknya kepada kebaikan. Oleh karena itu, para ulama sangat menekankan kewajiban meneliti keadaan seorang yang akan dijadikan sebagai pendidik dalam agama.

Dalam sebuah ucapannya yang terkenal Imam Muhammad bin Sirin berkata: "Sesungguhnya ilmu (yang kamu pelajari) adalah agamamu (yang akan membimbingmu mencapai ketakwaan), maka telitilah dari siapa kamu mengambil (ilmu) agamamu"[9].

Faktor penting inilah yang merupakan salah satu sebab utama yang menjadikan para sahabat Nabi menjadi generasi terbaik umat ini dalam pemahaman dan pengamalan agama mereka. Bagaimana tidak? Dai dan pendidik mereka adalah Nabi yang terbaik dan manusia yang paling mulia di sisi Allah Taala, yaitu Nabi kita Muhammad bin Abdillah shallallahu alaihi wa sallam. Makna inilah yang diisyaratkan oleh Allah Taala dalam firman-Nya,

{وكيف تكفرون وأنتم تتلى عليكم آيات الله وفيكم رسوله}

"Bagaimana mungkin (baca: tidak mungkin) kalian (wahai para sahabat Nabi), (sampai) menjadi kafir, karena ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian (sebagai pembimbing)" (QS Ali Imraan:101).

Contoh lain tentang peranan seorang pendidik yang baik adalah apa yang disebutkan dalam biografi salah seorang Imam besar dari kalangan tabiin, Hasan bin Abil Hasan Al Bashri[10], ketika Khalid bin Shafwan[11] menerangkan sifat-sifat Hasan Al Bashri kepada Maslamah bin Abdul Malik[12] dengan berkata: "Dia adalah orang yang paling sesuai antara apa yang disembunyikannya dengan apa yang ditampakkannya, paling sesuai ucapan dengan perbuatannya, kalau dia duduk di atas suatu urusan maka diapun berdiri di atas urusan tersebut…dan seterusnya", setelah mendengar penjelasan tersebut Maslamah bin Abdul Malik berkata: "Cukuplah (keteranganmu), bagaimana mungkin suatu kaum akan tersesat (dalam agama mereka) kalau orang seperti ini (sifat-sifatnya) ada di tengah-tengah mereka?"[13].

Oleh karena itulah, ketika seorang penceramah mengadu kepada Imam Muhammad bin Waasi[14] tentang sedikitnya pengaruh nasehat yang disampaikannya dalam merubah akhlak orang-orang yang diceramahinya, maka Muhammad bin Waasi berkata, "Wahai Fulan, menurut pandanganku, mereka ditimpa keadaan demikian (tidak terpengaruh dengan nasehat yang kamu sampaikan) tidak lain sebabnya adalah dari dirimu sendiri, sesungguhnya peringatan (nasehat) itu jika keluarnya (ikhlas) dari dalam hati maka (akan mudah) masuk ke dalam hati (orang yang mendengarnya)" [15].

2- Menjadi teladan yang baik bagi anak-anak.

Faktor ini sangat berhubungan erat dengan faktor yang pertama, yang perlu kami jelaskan tersendiri karena pentingnya.

Menampilkan teladan yang baik dalam sikap dan tingkah laku di depan anak didik termasuk metode pendidikan yang paling baik dan utama. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa pengaruh yang ditimbulkan dari perbuatan dan tingkah laku yang langsung terlihat terkadang lebih besar dari pada pengaruh ucapan[16].

Hal ini disebabkan jiwa manusia itu lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang terlihat di hadapannya, dan menjadikannya lebih semangat dalam beramal serta bersegera dalam kebaikan[17].

Oleh karena itulah, dalam banyak ayat al-Quran Allah Taala menceritakan kisah-kisah para Nabi yang terdahulu, serta kuatnya kesabaran dan keteguhan mereka dalam mendakwahkan agama Allah Taala, untuk meneguhkan hati Rasululah shallallahu alaihi wa sallam, dengan mengambil teladan yang baik dari mereka[18]. Allah Taala berfirman,

{وكلا نقص عليك من أنباء الرسل ما نثبت به فؤادك، وجاءك في هذه الحق وموعظة وذكرى للمؤمنين}

"Dan semua kisah para Rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman" (QS Hud:120).

Syaikh Bakr Abu Zaid, ketika menjelaskan pengaruh tingkah laku buruk seorang ibu dalam membentuk kepribadian buruk anaknya, beliau berkata,

"Jika seorang ibu tidak memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), tidak menjaga kehormatan dirinya, sering keluar rumah (tanpa ada alasan yang dibenarkan agama), suka berdandan dengan menampakkan (kecantikannya di luar rumah), senang bergaul dengan kaum lelaki yang bukan mahramnya, dan lain sebagainya, maka ini (secara tidak langsung) merupakan pendidikan (yang berupa) praktek (nyata) bagi anaknya, untuk (mengarahkannya kepada) penyimpangan (akhlak) dan memalingkannya dari pendidikan baik yang membuahkan hasil yang terpuji, berupa (kesadaran untuk) memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), menjaga kehormatan dan kesucian diri, serta (memiliki) rasa malu, inilah yang dinamakan dengan pengajaran pada fitrah (manusia) "[19].

Sehubungan dengan hal ini, imam Ibnul Jauzi membawakan sebuah ucapan seorang ulama salaf yang terkenal, Ibarahim al-Harbi[20]. Dari Muqatil bin Muhammad al-Ataki, beliau berkata: Aku pernah hadir bersama ayah dan saudaraku menemui Abu Ishak Ibrahim al-Harbi, maka beliau bertanya kepada ayahku: "Mereka ini anak-anakmu?". Ayahku menjawab: "Iya". (Maka) beliau berkata (kepada ayahku): "Hati-hatilah! Jangan sampai mereka melihatmu melanggar larangan Allah, sehingga (wibawamu) jatuh di mata mereka"[21].

3- Memilih metode pendidikan yang baik bagi anak

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin berkata, "Yang menentukan (keberhasilan) pembinaan anak, susah atau mudahnya, adalah kemudahan (taufik) dari Allah Taala, dan jika seorang hamba bertakwa kepada Allah serta (berusaha) menempuh metode (pembinaan) yang sesuai dengan syariat Islam, maka Allah akan memudahkan urusannya (dalam mendidik anak), Allah Taala berfirman,

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً}

"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya" (QS. ath-Thalaaq:4)[22].

Termasuk metode pendidikan yang benar adalah membiasakan anak-anak sejak dini melaksanakan perintah Allah Taala dan menjauhi larangan-Nya, sebelum mereka mencapai usia dewasa, agar mereka terbiasa dalam ketaatan.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani ketika menjelaskan makna hadits yang shahih ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang Hasan bin Ali memakan kurma sedekah, padahal waktu itu Hasan t masih kecil[23], beliau menyebutkan di antara kandungan hadits ini adalah: bolehnya membawa anak kecil ke mesjid dan mendidik mereka dengan adab yang bermanfaat (bagi mereka), serta melarang mereka melakukan sesuatu yang membahayakan mereka sendiri, (yaitu dengan) melakukan hal-hal yang diharamkan (dalam agama), meskipun anak kecil belum dibebani kewajiban syariat, agar mereka terlatih melakukan kebaikan tersebut[24].

Syaikh Bakr Abu Zaid berkata, "Termasuk (pembinaan) awal yang diharamkan (dalam Islam) adalah memakaikan pada anak-anak kecil pakaian yang menampakkan aurat, karena ini semua menjadikan mereka terbiasa dengan pakaian dan perhiasan tersebut (sampai dewasa), padahal pakaian tersebut menyerupai (pakaian orang-orang kafir), menampakkan aurat dan merusak kehormatan"[25].

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin ketika ditanya: apakah diperbolehkan bagi anak kecil, laki-laki maupun perempuan, untuk memakai pakaian pendek yang menampakkan pahanya? Beliau menjawab: "Sudah diketahui bahwa anak kecil yang umurnya dibawah tujuh tahun, tidak ada hukum (larangan menampakkan) bagi auratnya. Akan tetapi membiasakan anak-anak kecil memakai pakaian yang pendek dan menampakkan aurat (seperti) ini tentu akan membuat mereka mudah (terbiasa) membuka aurat nantinya (setelah dewasa). Bahkan bisa jadi seorang anak (setelah dewasa) tidak malu menampakkan pahanya, karena sejak kecil dia terbiasa menampakkannya dan tidak peduli dengannya… Maka menurut pandanganku anak-anak (harus) dilarang memakai pakaian (seperti) ini, meskipun mereka masih kecil, dan hendaknya mereka memakai pakaian yang sopan dan jauh dari (pakaian) yang dilarang (dalam agama)"[26].

Seorang penyair mengungkapkan makna ini dalam bait syairnya:

Anak kecil itu akan tumbuh dewasa di atas apa yang terbiasa (didapatkannya) dari orang tuanya

Sesungguhnya di atas akarnyalah pohon itu akan tumbuh[27]

Senada dengan syair di atas, ada pepatah arab yang mengatakan:

"Barangsiapa yang ketika muda terbiasa melakukan sesuatu maka ketika tua pun dia akan terus melakukannya"[28].

4- Kesungguhan dan keseriusan dalam mendidik anak

Syaikh Bakr Abu Zaid berkata: "Anak-anak adalah amanah (titipan Allah Taala) kepada kedua orang tua atau orang yang bertanggungjawab atas urusan mereka. Maka syariat (Islam) mewajibkan mereka menunaikan amanah ini dengan mendidik mereka berdasarkan petunjuk (agama) Islam, serta mengajarkan kepada mereka hal-hal yang menjadi kewajiban mereka, dalam urusan agama maupun dunia. Kewajiban yang pertama (diajarkan kepada mereka) adalah: menanamkan ideologi (tentang) iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab suci, para Rasul, hari akhirat, dan mengimani takdir Allah yang baik dan buruk, juga memperkokoh (pemahaman) tauhid yang murni dalam jiwa mereka, agar menyatu ke dalam relung hati mereka. Kemudian mengajarkan rukun-rukun Islam pada diri mereka, (selalu) menyuruh mereka mendirikan shalat, menjaga kejernihan sifat-sifat bawaan mereka (yang baik), menumbuhkan (pada) watak mereka akhlak yang mulia dan tingkah laku yang baik, serta menjaga mereka dari teman pergaulan dan pengaruh luar yang buruk.

Inilah rambu-rambu pendidikan (Islam) yang diketahui dalam agama ini secara pasti (oleh setiap muslim), yang karena pentingnya sehingga para ulama menulis kitab-kitab khusus (untuk menjelaskannya)…Bahkan (metode) pendidikan (seperti) ini adalah termasuk petunjuk para Nabi dan bimbingan orang-orang yang bertakwa (para ulama salaf)"[29].

Lebih lanjut, syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin menekankan pentingnya masalah ini dalam ucapan beliau: "Anak-anak pada masa awal pertumbuhan mereka, yang selalu bersama mereka adalah seorang ibu, maka jika sang ibu memiliki akhlak dan perhatian yang baik (kepada mereka), (tentu) mereka akan tumbuh dan berkembang (dengan) baik dalam asuhannya, dan ini akan memberikan dampak (positif) yang besar bagi perbaikan masyarakat (muslim).

Oleh karena itu, wajib bagi seorang wanita yang mempunyai anak, untuk memberikan perhatian (besar) kepada anaknya dan kepada (upaya) mendidiknya (dengan pendidikan yang baik). Kalau dia tidak mampu melakukannya seorang diri, maka dia bisa meminta tolong kepada suaminya atau orang yang bertanggung jawab atas urusan anak tersebut…

Dan tidak pantas seorang ibu (bersikap) pasrah dengan kenyataan (buruk yang ada), dengan mengatakan: "Orang lain sudah terbiasa melakukan (kesalahan dalam masalah) ini dan aku tidak bisa merubah (keadaan ini)".

Karena kalau kita terus menerus pasrah dengan kenyataan (buruk ini), maka nantinya tidak akan ada perbaikan, sebab (dalam) perbaikan mesti ada (upaya) merubah yang buruk dengan cara yang baik, bahkan merubah yang (sudah) baik menjadi lebih baik (lagi), supaya semua keadaan kita (benar-benar) menjadi baik.

Di samping itu, (sikap) pasrah pada kenyataan (buruk yang ada) adalah hal yang tidak diperbolehkan dalam syariat Islam. Oleh karena itulah, ketika Allah mengutus Nabi kepada kaumnya yang berbuat syirik (bangsa Arab jahiliyyah), yang masing-masing mereka menyembah berhala, memutuskan hubungan kekeluargaan, berbuat aniaya dan melampaui batas terhadap orang lain tanpa alasan yang benar, (pada waktu itu) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak lantas (bersikap) pasrah (pada kenyataan yang ada), bahkan Allah sendiri tidak mengizinkan beliau (bersikap) pasrah pada kenyataan (buruk tersebut). Allah memerintahkan kepada beliau:

"Maka sampaikanlah (secara terang-terangan) segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah (jangan pedulikan) orang-orang yang musyrik" (QS al-Hijr:94)"[30].


Semoga Allah Taala senantiasa melimpahkan taufik-Nya kepada para wanita muslimah, agar mereka menyadari mulianya tugas dan peran mereka dalam Islam, dan agar mereka senantiasa berpegang teguh dengan petunjuk-Nya dalam mendidik generasi muda Islam dan dalam urusan-urusan kehidupan lainnya.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Nabi shallallahu alaihi wa sallam, 8 Syawwal 1430 H

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Ribuan pasien telah berhasil disembuhkan hanya dengan bacaan Al Quran

GROZNY (Berita SuaraMedia) – Ribuan pasien telah berhasil disembuhkan hanya dengan bacaan Al Quran di sebuah klinik gratis di kota Grozny, bunyi sebuah pernyataan dari website presiden Chechnya pada hari Rabu.

"Sejak hari pembukaan, Pusat Pengobatan Islam itu telah menerima lebih dari 60.000 pasien. Mayoritas dari mereka yang pernah datang telah sembuh dari penyakitnya. Klinik ini membantu mereka untuk sembuh dengan cara yang non-tradisional, yaitu dengan membaca kitab suci Al Quran," ujar pernyataan tersebut.

Presiden Ramzan Kadyrov ikut serta dalam perayaan pada hari Selasa untuk menandai ulang tahun pertama Pusat Pengobatan tersebut. Ia menganugerahkan Medali Akhmad Kadyrov, yang merupakan bintang jasa tertinggi di Republik Chechnya, kepada Daud Selmurzayev, kepala Islamic Center.

Selmurzayev pun berterima kasih pada Kadyrov karena memberinya kesempatan untuk membangun Pusat Pengobatan Islam tersebut.

Setelah itu, ia memberikan sebuah gambar dengan tulisan Allah dari batu permata kepada Ramzan Kadyrov atas nama seluruh karyawan Pusat Pengobatam.

Pusat Pengobatan itu telah memiliki popularitas yang sangat luas sejak hari pertama beroperasi, ujar Kadyrov.

"Pusat Pengobatan ini telah sangat populer tidak hanya di antara penduduk negara ini, tapi juga kaum Muslim dari wilayah Rusia lainnya dan negara-negara CIS," ujar Kadyrov.

Selain Presiden Kadyrov, nama-nama lain yang juga hadir dalam peringatan itu adalah Menteri Kesehatan Shakhid Akhmadov, Walikota Grozny Muslim Khuchiev, dan Imam Masjid pusat Adam Shakhidov.

Dalam sejarah medis, pengobatan Islam atau Arab merujuk pada pengobatan yang dikembangkan dalam peradaban Islam pertengahan dan ditulis dalam bahasa Arab. Terjemahan latin dari kinerja medis Arab memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kedokteran modern.

Dalam tradisi Islam, akar pengobatan Islam dapat ditelusuri kembali ke masa Nabi Muhammad, dengan sejumlah hadist mengenai pengobatan. Beberapa sahabat disebutkan telah berhasil mengobati penyakit-penyakit tertentu dengan mengikuti saran medis dari Nabi. Ketiga metode penyembuhan yang terkenal pernah disebutkan olehnya adalah madu, bekam, dan kauterisasi (membakar bagian tubuh untuk menghilangkan jaringan yang sakit), meskipun Nabi secara umum menentang kauterisasi kecuali memang sesuai untuk penyakit yang ditangani. Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, Nabi Muhammad tidak menyukai metode kauterisasi karena menimbulkan rasa sakit dan berbahaya bagi pasien.

Meskipun diakui oleh ahli-ahli medis sebelumnya seperti Imhotep, Hippocrates, dan Galen, Nabi Muhammad tampaknya menjadi yang pertama tercatat menyatakan secara langsung bahwa setiap penyakit memiliki obat, menurut beberapa hadist Bukhari, Sunan Abi Dawood, dan Al Muwatta, yang menyebutkan bahwa Nabi berkata, "Tidak ada penyakit yang diciptakan Allah, kecuali telah Ia ciptakan pula penawarnya."

Keyakinan bahwa ada obat untuk setiap penyakit mendorong kaum Muslim di masa lalu tersebut untuk terlibat dalam penelitian biomedis dan mencari obat untuk setiap penyakit yang mereka ketahui. Banyak penulis awal ilmu medis Islam yang merupakan ulama dan bukan dokter, dan terkenal telah membuka praktik medis tradisional di masa Nabi, seperti yang disebutkan dalam Al Quran dan Hadist. (rin/rn/ct/wp) www.suaramedia.com

Rasulullah saw bersabda: ?Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.? (HR. Bukhari)

Kisah bocah Amerika ini tidak lain adalah sebuah bukti yang membenarkan hadits tersebut di atas. Alexander Pertz dilahirkan dari kedua orang tua Nasrani pada tahun 1990 M. Sejak awal ibunya telah memutuskan untuk membiarkannya memilih agamanya jauh dari pengaruh keluarga atau masyarakat.

Begitu dia bisa membaca dan menulis maka ibunya menghadirkan untuknya buku-buku agama dari seluruh agama, baik agama langit atau agama bumi. Setelah membaca dengan mendalam, Alexander memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Padahal ia tak pernah bertemu muslim seorangpun.

Dia sangat cinta dengan agama ini sampai pada tingkatan dia mempelajari sholat, dan mengerti banyak hukum-hukum syar?i, membaca sejarah Islam, mempelajari banyak kalimat bahasa Arab, menghafal sebagian surat, dan belajar adzan..

Semua itu tanpa bertemu dengan seorang muslimpun. Berdasarkan bacaan-bacaan tersebut dia memutuskan untuk mengganti namanya yaitu Muhammad 'Abdullah, dengan tujuan agar mendapatkan keberkahan Rasulullah saw yang dia cintai sejak masih kecil.

Salah seorang wartawan muslim menemuinya dan bertanya pada bocah tersebut. Namun, sebelum wartawan tersebut bertanya kepadanya, bocah tersebut bertanya kepada wartawan itu, "Apakah engkau seorang yang hafal Al Quran?"

Wartawan itu berkata: "Tidak". Namun sang wartawan dapat merasakan kekecewaan anak itu atas jawabannya.

Bocah itu kembali berkata, "Akan tetapi engkau adalah seorang muslim, dan mengerti bahasa Arab, bukankah demikian?". Dia menghujani wartawan itu dengan banyak pertanyaan. "Apakah engkau telah menunaikan ibadah haji", Apakah engkau telah menunaikan umrah, Bagaimana engkau bisa mendapatkan pakaian ihram, Apakah pakaian ihram tersebut mahal, Apakah mungkin aku membelinya di sini, ataukah mereka hanya menjualnya di Arab Saudi saja, Kesulitan apa sajakah yang engkau alami, dengan keberadaanmu sebagai seorang muslim di komunitas yang bukan Islami?"

Setelah wartawan itu menjawab sebisanya, anak itu kembali berbicara dan menceritakan tentang beberapa hal berkenaan dengan kawan-kawannya, atau gurunya, sesuatu yang berkenaan dengan makan atau minumnya, peci putih yang dikenakannya, ghutrah (surban) yang dia lingkarkan di kepalanya dengan model Yaman, atau berdirinya di kebun umum untuk mengumandangkan adzan sebelum dia sholat. Kemudian ia berkata dengan penuh penyesalan, "Terkadang aku kehilangan sebagian sholat karena ketidaktahuanku tentang waktu-waktu sholat."

Kemudian wartawan itu bertanya pada sang bocah, "Apa yang membuatmu tertarik pada Islam, mengapa engkau memilih Islam, tidak yang lain saja?" Dia diam sesaat kemudian menjawab.

Bocah itu diam sesaat dan kemudian menjawab, "Aku tidak tahu, segala yang aku ketahui adalah dari yang aku baca tentangnya, dan setiap kali aku menambah bacaanku, maka semakin banyak kecintaanku".

Wartawab bertanya kembali, "Apakah engkau telah puasa Ramadhan?"

Muhammad tersenyum sambil menjawab, "Ya, aku telah puasa Ramadhan yang lalu secara sempurna. Alhamdulillah, dan itu adalah pertama kalinya aku berpuasa di dalamnya. Dulunya sulit, terlebih pada hari-hari pertama". Kemudian dia meneruskan: "Ayahku telah menakutiku bahwa aku tidak akan mampu berpuasa, akan tetapi aku berpuasa dan tidak mempercayai hal tersebut".

"Apakah cita-citamu?" tanya wartawan

Dengan cepat Muhammad menjawab, "Aku memiliki banyak cita-cita. Aku berkeinginan untuk pergi ke Makkah dan mencium Hajar Aswad".

"Sungguh aku perhatikan bahwa keinginanmu untuk menunaikan ibadah haji adalah sangat besar. Adakah penyebab hal tersebut?" tanya wartawan lagi.

Ibu Muhamad untuk pertama kalinya ikut angkat bicara, dia berkata: "Sesungguhnya gambar Ka'bah telah memenuhi kamarnya, sebagian manusia menyangka bahwa apa yang dia lewati pada saat sekarang hanyalah semacam khayalan, semacam angan yang akan berhenti pada suatu hari. Akan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dia tidak hanya sekedar serius, melainkan mengimaninya dengan sangat dalam sampai pada tingkatan yang tidak bisa dirasakan oleh orang lain".

Tampaklah senyuman di wajah Muhammad 'Abdullah, dia melihat ibunya membelanya. Kemudian dia memberikan keterangan kepada ibunya tentang thawaf di sekitar Ka'bah, dan bagaimanakah haji sebagai sebuah lambang persamaan antar sesama manusia sebagaimana Tuhan telah menciptakan mereka tanpa memandang perbedaan warna kulit, bangsa, kaya, atau miskin.

Kemudian Muhammad meneruskan, "Sesungguhnya aku berusaha mengumpulkan sisa dari uang sakuku setiap minggunya agar aku bisa pergi ke Makkah Al-Mukarramah pada suatu hari. Aku telah mendengar bahwa perjalanan ke sana membutuhkan biaya 4 ribu dollar, dan sekarang aku mempunyai 300 dollar."

Ibunya menimpalinya seraya berkata untuk berusaha menghilangkan kesan keteledorannya, "Aku sama sekali tidak keberatan dan menghalanginya pergi ke Makkah, akan tetapi kami tidak memiliki cukup uang untuk mengirimnya dalam waktu dekat ini."

"Apakah cita-citamu yang lain?" tanya wartawan.

"Aku bercita-cita agar Palestina kembali ke tangan kaum muslimin. Ini adalah bumi mereka yang dicuri oleh orang-orang Israel (Yahudi) dari mereka." jawab Muhammad

Ibunya melihat kepadanya dengan penuh keheranan. Maka dia pun memberikan isyarat bahwa sebelumnya telah terjadi perdebatan antara dia dengan ibunya sekitar tema ini.

Muhammad berkata, "Ibu, engkau belum membaca sejarah, bacalah sejarah, sungguh benar-benar telah terjadi perampasan terhadap Palestina."

"Apakah engkau mempunyai cita-cita lain?" tanya wartawan lagi.

Muhammad menjawab, "Cita-citaku adalah aku ingin belajar bahasa Arab, dan menghafal Al Quran."

"Apakah engkau berkeinginan belajar di negeri Islam?" tanya wartawan

Maka dia menjawab dengan meyakinkan: "Tentu"

"Apakah engkau mendapati kesulitan dalam masalah makanan?" Bagaimana engkau menghindari daging babi?"

Muhammad menjawab, "Babi adalah hewan yang sangat kotor dan menjijikkan. Aku sangat heran, bagaimanakah mereka memakan dagingnya. Keluargaku mengetahui bahwa aku tidak memakan daging babi, oleh karena itu mereka tidak menghidangkannya untukku. Dan jika kami pergi ke restoran, maka aku kabarkan kepada mereka bahwa aku tidak memakan daging babi."

"Apakah engkau sholat di sekolahan?"

"Ya, aku telah membuat sebuah tempat rahasia di perpustakaan yang aku shalat di sana setiap hari", jawab Muhammad

Kemudian datanglah waktu shalat maghrib di tengah wawancara. Bocah itu langsung berkata kepada wartawan ",Apakah engkau mengijinkanku untuk mengumandangkan adzan?"

Kemudian dia berdiri dan mengumandangkan adzan.

Dan tanpa terasa, air mata mengalir di kedua mata sang wartawan ketika melihat dan mendengarkan bocah itu menyuarakan adzan.


( http://www.suaramedia.com/artikel/kumpulan-artikel/30984-subhanallah-bocah-amerika-ini-masuk-islam-a-bercita-cita-besar.html )

Kebesaran Allah di Gaza

GAZA (Berita SuaraMedia) - Faksi-faksi perlawanan di Gaza menegaskan, mereka belum menggunakan seluruh kekuatanya untuk menghadapi Zionis. Mereka berjanji akan memberikan kejutan-kejutan lain bagi serdadu Zionis Israel.

Pada Bulan Suci Ramadhan yang belum lama berlalu memang meninggalkan kenangan bagi umat di seluruh dunia, salah satunya bagi penduduk Gaza yang harus merasakan Ramadhan dan Idul Fitri di bawah kepungan pasukan zionis Israel. Namun demikian, keajaiban terus terjadi, menunjukkan kasih sayang Allah kepada umatnya.

Menurut laporan Badan Sensus PBB (UNFPA), dari sekitar 4.000 wanita hamil, 3.500 diantaranya telah melahirkan bayi mereka dengan selamat selama serangan Zionis Israel di Gaza. Jumlah tersebut tentu cukup besar jika dibandingkan jumlah korban tewas yang diperkirakan mencapai 1.500 jiwa.

Sumber perlawanan yang dilansir oleh Media Media Islam mengatakan, pihaknya masih mempunyai banyak kejutan bagi Zionis, namun mereka menggunakan taktik militer sesuai dengan yang apa yang berlaku di medan pertempuran.

Perlawanan mengingatkan, setelah sepuluh hari serangan udara Israel dan dua hari serangan darat, pasukan perlawanan masih memberikan kejutan-kejutan bagi Israel dengan penggunaan senjata-senjata baru yang belum pernah digunakan sebelumnya. Seperti peluncuran roket yang menjangkau jauh dari apa yang mereka perkirakan. Hal ini menunjukan kebenaran perkataan perlawanan, bahwa perang baru dimulai.

Ia menambahkan, hingga saat ini penjajah Zionis masih lemah. Mereka belum mampu menghadang roket-roket perlawanan ke sejumlah permukiman Israel yang jauhnya 60 km dari Gaza. Mereka juga tidak mampu menangkis serangan roket yang diluncurkan kelompok mujahidin ke pesawat-pesawat tempur mereka, walau bagaimanapun canggihnya pesawat tersebut.

"Jika perlawanan mempunyai roket-roket anti tank sebagaimana pernah digunakan pada waktu perang Libanon. Maka, ketahuilah !! hingga saat ini perlawanan masih menggunakan roket B29. namun tentu kami tidak mengungkapkan seluruhnya apa yang kami punyai", ungkapnya.

Sumber perlawanan menambahkan, pihaknya masih mengendalikan pertempuran, faksi-faksi perlawanan mempunyai taktik masing-masing dalam menyerang musuhnya. Mereka tidak akan menggunakan seluruh kekuatannya sekaligus. Sebagaimana diketahui musuh. Adapun serangan terhadap sejumlah serdadu Israel pada serangan darat kemarin menunjukan bahwa hal tersebut baru dimulai.

Brigade Izzuddin al-Qossam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas hanya sendirian menghadapi Zionis, namun telah membunuh 11 serdadunya dan melukai 48 lainya. Hal mana diakui tim media Zionis. Al-Qossam juga menegaskan, bahwa jumlah korban di kalangan Zionis lebih banyak dari pada jumlah syuhada di kalangan perlawanan. Visit Kutukan Tuhan, Dampak Nuklir Israel Mulai Hancurkan Yahudi! (fni/sm/dikutip Oleh www.suaramedia.com

Kamis, 30 Desember 2010

Penyebab Bencana di Indonesia

Penyebab Terjadinya bencana tersebut itu hanya Satu, yaitu disebabkan oleh penduduk yang kafir. Dalam Q.S Attaubah;26 tekah dijelaskan dengan sangat jelas.

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir. (Q.S At Taubah, 26)

Ayat di atas sudah sangat jelas, Jika penduduk suatu Kaum Kafir, maka ALLAH akan menurunkan Bencana kepada Mereka sebagai suatu balasan kepada mereka.

Bukan hanya pada Zaman kita Azab di turunkan oleh ALLAH SWT, tetapi Zaman para Rosul, salah satunya kaum Nabi Nuh, yang ditimpa Bencana Banjir bandang, dengan ummat yang mendustakan Rosul, maka ALLAH memberinya Azab yang sangat Pedih.

Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? (Q.S Al Mu'min ; 5)

Oleh karena itu, teman-teman, seperti pada tulisan saya yang kemarin, mengapa Indonesia Miskin, hampir sama dengan bencana di atas. Dan sebaik baiknya penolong adalah ALLAH SWT, semoga saudara – saudara kita di sana mendapatkan pertolongan dari ALLAH SWT, dan diberi kesabaran yang tinggi, dalam menghadapi Bencana yang diberikan oleh ALLAH SWT.

Dan Semoga Tulisan ini juga dapat menjadikan Kita semua Semakin Taat Kepada ALLAH, dan menambah tingkat keimanan kita kepadaNYA Amin ya Robbal Alamin.

( http://www.stillmuslim05.com/2010/10/penyebab-bencana-di-indonesia.html )

Satu Gereja semua masuk ISLAM

Ini Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22
Februari 2006 silam.
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku
kuliahnya di
Amerika.Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa

pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.Selain belajar,
ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia
berkenalan dengan salah seorang Nasrani.Hubungan mereka semakin
akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk
Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan
di Amerika dan melintas di dekat sebuah gerejayang terdapat di
kampung tersebut.Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam
gereja. Semula ia berkeberatan,namun karena ia terus mendesak
akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke
dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening,
sebagaimana kebiasaan mereka.

Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan
penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak
terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah
kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini."
Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut
mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak
bergeming dari tempatnya.
Hingga akhirnya pendeta itu berkata,
"Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin
keselamatannya. "Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu
ia bertanya kepada sang pendeta,
"Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim."
Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu."Kemudian
ia beranjak hendak keluar,namun sang pendeta ingin memanfaatkan
keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan,
tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan
markasnya.
Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata,
"Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus
menjawabnya dengan tepat."
Si pemuda tersenyum dan berkata,
"Silahkan!

Sang pendeta pun mulai bertanya,
# 1.. Sebutkan satu yang tiada duanya,

# 2.. dua yang tiada tiganya,

# 3.. tiga yang tiada empatnya,

# 4.. empat yang tiada limanya,

# 5.. lima yang tiada enamnya,

# 6.. enam yang tiada tujuhnya,

# 7.. tujuh yang tiada delapannya,

# 8.. delapan yang tiada sembilannya,

# 9.. sembilan yang tiada sepuluhnya,

# 10.. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

# 11.. sebelas yang tiada dua belasnya,

# 12.. dua belas yang tiada tiga belasnya,

# 13.. tiga belas yang tiada empat belasnya.

# 14.. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

# 15.. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

# 16.. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

# 17.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-
kainya?

# 18.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan
ibu!

# 19.. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan
apidan siapakah yang terpelihara dari api?

# 20.. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan
batu dan siapakah yang terpelihara daribatu?

# 21.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

# 22.. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting
mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan
dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan
senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah
ia berkata,
# 1.. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

#2.. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT
berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda
(kebesaran kami)." (Al-Isra':12).

# 3.. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi
Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil
dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

# 4.. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-
Qur'an.

# 5.. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

# 6.. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT
menciptakan makhluk.

# 7..Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah
SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah
sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk:3).

# 8.. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-
Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru-
penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat
menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

# 9.. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan
kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang

# 10.. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SW
berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh
kali lipat." (Al-An'am: 160).

# 11.. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara
Yusuf.

# 12.. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa
yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon
air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan
tongkatmu.' Lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air." (Al-
Baqarah: 60).

# 13.. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.

# 14.. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah
waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya
mulai menying-sing. " (At-Takwir:1Cool.

# 15.. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus
AS.

# 16.. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-
saudara Yusuf,yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,"Wahai ayah
kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan
Yusuf di dekat barang-barang kami,lalu dia dimakan serigala." Setelah
kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepadamereka," tak ada cercaaan
ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan
memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."

# 17.. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah
suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara
adalah suara keledai." (Luqman: 19).

# 18.. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi
Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

# 19.. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab
dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi
Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan
Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

# 20.. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang
diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari
batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

# 21.. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah
tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu
daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 2Cool.

# 22.. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai
30 daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran
matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun
adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga
dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda
muslim tersebut.Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah.
Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab
sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! "
Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku
takut kalian marah. " Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan
anda."
Sang pendeta pun berkata, "
Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar
Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu
memelukagama Islam. ALLAHU AKBAR! Sungguh Allah telah menganugrahkan
kebaikan dan menjaga mereka dengan
Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

Semoga Kisah ini dapat menambah kuat Iman kita sebagai seorang Muslim, dan jika Kisha ini di baca oleh orang non muslim, semoga dia sadar dan memeluk Agama yang paling Benar, Agama ALLAH SWT.

( http://www.stillmuslim05.com/2010/07/kuasa-allah-satu-gereja-masuk-islam.html )

Sego Kucing

Nasi kucing ("sega kucing") bukanlah suatu menu tertentu tetapi lebih pada cara penyajian nasi bungkus yang banyak ditemukan pada warung-warung angkringan. Dinamakan nasi kucing karene disajikan dalam porsi yang sangat sedikit.Nasi kucing dikenal di berbagai tempat di Jawa Tengah ( daerah Yogyakarta ) terutama dikalangan Mahasiswa.

Di depan sekolahaku juga ada warung angkringan yang menyediakan menu utama "sego kucing", banyak temen-temen Q yang suka makan di warung itu jika mereka laperr. Emang bener manteb nasi kucing itu, udach nasinya itu murah (walaupun kecil,sebanding dengan harganya) dan lauknya itu enak dan mengenyangkan tapi juga muraah. Q pernah tanya sama yang jual, ternyata beliau adalah seorang pendatang dari luar kota, beliau mulai menata daganganya mulai dari ba'do Ashar (16.30) dan beliau biasa baru tutup waktu adzan Shubuh berkumandang. Huukxs kereeen....


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls